Rabu, 31 Maret 2010

Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Tingkat Kesehatan Bank merupakan indikator dalam menilai kinerja suatu bank yang didasari oleh beberapa aspek keuangan dan manajemen , perhitungan Tingkat Kesehatan Bank ( TKS ) di Indonesia diatur oleh Bank Indonesia berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 9/1/2007 , adapun aspek - aspek yang dinilai meliputi :

1. Permodalan ( Capital )

2. Kualitas Aktiva Produktif ( Asset )

3. Manajemen ( Management )

4. Rentabilitas ( Earning )

5. Likuditas ( Liquidity )


Metode penilaian TKS sering disebut "CAMEL"


Metode penilaian TKS merupakan penilaian terhadap 5 aspek diatas dengan cara memberikan bobot terhadap masing-masing aspek yang dinilai .


Adapun bobot komponen tersebut meliputi :


- Aspek Permodalan 30 %

meliputi penilaian terhadap ratio kecukupan modal (CAR)


- Aspek Kualitas Akiva 30 %

meliputi penilaian terhadap kualitas aktiva produktif ( kredit & penempatan di bank lain ) dan

penilaian terhadap pemenuhan pembentukkan penyisihan penghapusan aktiva produktif.


- Aspek Manajemen 20 %

meliputi penilaian terhadap aspek kualitatif manajemen yang terdiri dari 25 pertanyaan.


- Aspek Rentabilitas 10 %

meliputi penilaian terhadap ratio ROA ( Return on Asset ) dan Ratio efisiensi (BOPO)


- Aspek Likuiditas 10 %

meliputi penilaian terhadap ratio Cash ( Cash Ratio ) dan Ratio LDR ( Loan to Deposit Ratio)


Dari pemberian bobot diatas , nampak jelas bahwa aspek permodalan dan kuaitas aktiva memiliki peran yang cukup penting dan dapat dikatakan penentu utama dalam menentukan tingkat kesehatan suatu bank , hal ini dapat dimaklumi karena aspek permodalan dan aktiva produktif dalam hal ini kredit merupakan 2 pilar utama suatu bank dalam menjalankan kegiatan perbankan.


Perhitungan terhadap 5 Aspek TKS tersebut pada akhirnya akan menghasikan nilai TKS sebuah Bank , sebagai berikut :


Nilai Kredit Tingkat Kesehatan


81 s/d 100 Sehat
66 s/d 81 Cukup sehat
51 s/d 65 Kurang sehat
0 s/d 51 Tidak sehat

Penilaian Tingkat Kesehatan suatu bank sangat penting dilakukan secara berkala guna mengetahui kinerja bank serta sebagai bahan pertimbangan manajemen dalam mengambil langkah - langkah srategis bank.